Minggu, 04 April 2010

Dulu

Iseng2 saya search di google... "kalinampu". Tenyata ada salah satu blog -roni's blog- yang cerita tentang hancurnya gedung sekolah SD kita tercinta... masa dulu pas gempa mengguncang jogjakarta.
Tulisan yang menarik bagi saya.. dan ini saya copy tulisan beliau yang memceritakan kondisi EsDe kita jaman dulu.
***

SD Becari adalah tempat pertama yang kami tuju. Kebetulan kami masih sempat bertemu dengan empat Guru di sana. Ibu-ibu semua, Bapak Kepala Sekolah sudah lebih dahulu pulang. Hari memang sudah siang. Dari ibu-ibu ini, kami mendapat informasi bahwa sekolah tersebut sudah dijangkau oleh bantuan. Untuk buku-buku, bahkan sudah mendapatkan dari penerbit besar. Hanya saja untuk buku PKN dan IPS, sekolah ini belum mendapatkannya.

SD BeciranSD BeciranSD Beciran

Perbincangan dengan ibu-ibu guru tersebut, yang tampak masih semangat walau terik sudah memanggang, juga memberikan kami informasi tambahan. Untuk SD Becari ini, selain mendapat bantuan dari penerbit buku, juga mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan Yogyakarta serta dari UGM. Dan rata-rata mereka fokus ke kelas 4,5,6, bahkan penerbit yang tadi disebutkan juga memberikan bantuan buku pelajaran untuk kelas tersebut. Justru kelas 1,2 dan 3 yang belum mendapatkan bantuan buku. Saya sendiri tidak bisa menjawab ketika ibu-ibu itu menanyakan mengapa bisa terjadi seperti itu. Dan seiring pertanyaan yang menggantung itu, kami minta diri untuk melanjutkan ke SD yang lain.

Lantas kami sampai ke SD Muhammadiyah Kalinampu I. SD ini hancur total bangunannya. Dari Muhammadiyah sudah membuatkan bangunan dari bambu, Alhamdulillah, sehingga proses belajar mengajar bisa sedikit lebih nyamanSD Kalinampu.

Ternyata memang ini kuncinya. Perubahan di dinas pendidikan di negeri ini, membuahkan kebijakan yang berganti pula. Sebuah kebijakan musiman. Kalau dulu PPKN dan IPS dijadikan sebagai mata pelajaran yang terpisah, maka kemarin sebelum gempa kedua mata pelajaran ini digabungkan menjadi PPKS. Dan kini, entah mengapa, kebijakan itu diubah lagi. Mata pelajaran dipecah kembali menjadi PKN dan IPS. Akibatnya para guru, terutama mereka yang berada di daerah gempa, kebingungan untuk menyampaikan kepada para murid bahwa ada kewajiban membeli buku baru untuk mereka, yaitu buku PKN dan IPS. Sampai sekarang mereka belum berani menyampaikan ke siswa maupun orang tua siswa.

SD KalinampuSD KalinampuSD KalinampuSD Kalinampu

Namun paling tidak di SD ini proses belajar mengajar masih berjalan sedikit lebih baik. Yang digelisahkan kemudian adalah kalau memasuki musim hujan. Airt dipastikan naik dan masuk ke ruang kelas. Pikiran saya langsung melayang ke SD Becari, bukannya mereka masih di bawah tenda?

Dari pengurus sekolah kemudian menyudahi dengan kegelisahan lain, yaitu tentang alat-alat peraga yang kekurangan. Kit pelajaran IPA (tabung-tabun reaksi dan sejenisnya) sudah pecah, juga peta dan globe. Selain itu bantuan bangku (meja) dan kursi baru terpenuhi 20 set. Artinya masih 80% lagi untuk dipenuhi. Kondisi meja dan kursi mereka saat ini memang kurang memadai, kebanyakan sudah reyot karena tertimpa reruntuhan sehingga sementara ditambal sulam dengan paku.

Bagaimana sobat?? menarik bukan??tentu saja.. apalagi buat saya.. karna saat itu saya tidak tau persis keadaan kampung dan daerah sekitar kalinampu setelah terjadi gempa seperti apa. Terima kasih ya mas rony.. atas tulisane... dan maaf saya copy gak ijin dulu.hee...

Ini saya jadikan data di blog dusun kalinampu. Semoga ada manfaatnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar