Jumat, 21 Mei 2010

Dari kalinampu

Dari sebuah pojok dusun kita tercinta, ketika kutatap indah kuasa Allah swt di senja sore yang memberi warna warni.. mengalirlah sebuah coretan kecil... tentang dusun kita tercinta.
Semoga dapat menambah kecintaan kita kepada dusun kalinampu. Teruntuk bagi para perantau.. semoga kerinduan kalian pada kalinampu semakin terasa. Biar cepat pulang.heee...
(maksa.com)
***
Alhamdulillah...
Curah hujan pada bulan ini cukup tinggi. Menjadikan tanaman padi yang sempat menguning kini menghijau kembali. Suatu keberkahan bagi kehidupan warga kita yang menjadikan sawah "tadah udan" ini sebagai pelarian pokok untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan.

Keramaian disawah mulai bisa dinikmati.. dari yang biasanya hanya pencari rumput yang terlihat.. kini beraneka aktifitas mulai terlihat. Mencangkul, membajak (sekarang pake traktor nding.!Hee....), menyiapkan benih, "tandur", nyampe mupuk dan merawat hingga bisa panen seperti saat ini.

Kehidupan sawah di kampung kita yang pada musim kemarau kelihatan sepi. kini sudah mulai ramai kembali. Berbanding terbalik dengan kehidupan "kali" (tambang pasir).
Jika pada musim kemarau kehidupan warga kalinampu berfokus pada penambangan pasir dikali... Kini semua berarah pindah haluan. Mereka berbondong bondong mengurus sawah yang sudah dianggurkan pada musim kemarau.

Kehidupan dan aktifitas di kali menjadi sepi. Truk truk yang biasanya hilir mudik masuk dusun kalinampu kini tiada lagi.. Tak ada aktifitas pertambangan, karna saat saat seperti ini.. "kali" di dusun kita lagi banjir ( tak bisa diambil pasirnya karena terlalu dalam dan derasnya air).

Yah.. begitulah roda kehidupan. Walau kadang ada yang tidak suka (para penambang) karena hujan yang terus menerus sehingga menyebabkan banjir dan menghentikan aktifitas tambang mereka. Tapi di sisi lain, datangnya musim penghujan ini sangat sangat dinanti oleh sebagian warga kalinampu yang tidak pernah berprofesi sebagai penambang (baca petani.red).

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?! (QS. Ar Rahman 13)

Harusnya ini menjadi renungan kita bersama. Allah swt telah merencanakan dan merajut kehidupan ini dengan begitu indah. Dihadirkannya musim kemarau dan musim penghujan ini pula sesuai dengan kebutuhan kita. Masihkah kita menjadi makluk makluk yang kurang bersyukur.???

Tiada harapan dari penulis selain niat baik untuk sekedar berbagi dan saling mengingatkan satu sama lain. Agar kehidupan kita sebagai warga kalinampu, penuh dengan rasa syukur terhadap Allah swt. sehingga menjadikan kehidupan masyarakat yang aman damai dan sejahtera.
Amin...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar